Senin, 03 Maret 2014

Materi abstract research

PEMIMPIN IDEAL YANG DIBUTUHKAN SAAT INI



Seorang pemimpin merupakan sosok yang paling dibutuhkan pada setiap kelompok manusia, yang mengawasi, mengelola, serta mengatur, keberadaan seorang pemimpin dapat disamakan sebagai seorang manager. Pemimpin yang baik dapat dinilai berdasarkan hasil dan kinerja kelompoknya. berikut ini adalah beberapa profil pemimpin yang dibutuhkan saat ini:
1. mampu menginspirasi melalui antusiasme yang menular
Seorang pemimpin harus dapat menunjukkan semangat dan kesungguhan di dalam melaksanakan segenap tugas dan pekerjaanya. Semangat dan kesungguhan dalam bekerja ini kemudian ditularkan kepada semua orang dalam organisasi, sehingga merekapun dapat bekerja dengan penuh semangat dan besungguh-sungguh.
2. memiliki standar etika dan integritas yang tinggi
            Pemimpin yang memiliki standar etika dan integritas yang tinggi nantinya pasti akan dimiliki juga oleh semua orang dalam organisasi pada gilirannya, karena bawahan pasti mencontoh atasan.
3. memiliki tingkat energi yang  tinggi
            Untuk mengurus sebuah tim diperlukan energi dan motivasi yang tinggi dari para pemimpin, sebuah tim membutuhkan pemimpin yang memiliki ketabahan, kesabaran, daya tahan dan pengorbanan yang tinggi dalam menjalankan tugasnya.
4. memiliki keberanian dan komitmen
            Pada lingkungan sekarang ini sering sekali terdapat perubahan-perubahan di dalamnya oleh karena itu  seorang pemimpin harus memiliki sifat berani dalam menghadapi tantangan yang ada  serta memiliki komitmen dalam pekerjaannya sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan organisasi.
5. memiliki tingkat kreativitas yang tinggi dan bersikap nonkonvensional
            Permasalahan dan tantangan yang dihadapi saat ini sangatlah banyak karena itu dibutuhkan  kretivitas yang tinggi untuk mengatasi masalah tersebut agar tercipta berbagai inovasi-inovasi, dan bersikap nonkonvensional karena tidak selalu masalah itu diselesaikan melalui cara konvensional.
6. berorientasi pada tujuan, namun realistis
            Pada kepemimpinnanya, segenap usaha organisasi harus diarahkan pada pencapaian tujuan dengan menjalankan fungsi-fungsi manajemen beserta seluruh substansinya. Pencapaian tujuan disusun secara realistis, dengan ekspektasi yang terjangkau oleh organisasi, tidak terlalu rendah dan juga tidak terlalu tinggi.
7. memiliki kemampuan organisasi yang tinggi
            Seorang pemimpin harus dapat mengoptimalkan segala daya upaya yang ada dalam organisasinya, seperti sumber daya manusia, sumber dana, lingkungan, dan segala hal yang teerkait dalam organisasi tersebut.
8. mampu menyusun prioritas
            Pemimpin harus dapat memprioritaskan mana yang terpenting terkait dengan efektivitas dan efisiensi.
9. mendorong kerjasama tim dan tidak mementingkan diri sendiri, upaya yang terorganisasi
            Pemimpin harus dapat bekerjasama dengan berbagai pihak, baik berada dalam lingkungan internal maupun eksternal. Demikian pula, pemimpin harus dapat mendorong para bawahannya agar dapat bekerjasama dengan membentuk team work yang  kompak dan cerdas, sekaligus dapat meletakkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.
10. memiliki kepercayaan diri dan memiliki minat tinggi akan pengetahuan
            Pemimpin haruslah memiliki tingkat pengetahuan yang luas dan kepercayaan diri yang baik agar dapat memberikan arahan pada para bawahan dengan baik pula.
11. waspada secara mental maupun fisik
            Berbagai permasalahan pasti akan sering dihadapi karena itu seorang pemimpin haruslah memiliki mental yang kuat agar dapat menyelesaikan setiap permasalahan yang ada, serta bersikap waspada terhadap kesehatan fisik jangan sampai sakit. Selain dirinya yang diperhatikan, pemimpin harus dapat memperhatikan kesehatan mental dan fisik seluruh anggotanya.
12. bersikap adil dan menghargai orang lain
            Dalam organisasi pendidikan yang melibatkan banyak orang beragam karakteristiknya, dalam kepribadian, keyakinan, cara pandang, pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan sebagainya. Kesemuanya itu harus dapat diperlakukan dan ditempatkan secara proporsional oleh pemimpin. Pemimpin harus memandang dan menjadikan keragaman karakteristik ini sebagai sebuah kekuatan dalam organisasi, bukan sebaliknya.
13. menikmati pengambilan resiko
            Menjadikan resiko sebagai tantangan, dan proses pembelajaran dam mngambil keputusan.
14. mendorong pemahaman yang mendalam untuk banyak orang
            Kegiatan organisasi menuntut setiap orang dalam organisasi dapat memahami tujuan, isi dan strategi hendak dikembangkan dalam organisasi. Pemimpin berkewajiban memastikan bahwa setiap orang dalam organisasi dapat memahaminya secara jelas, sehingga setiap orang dapat memamahi peran, tanggung jawab dan kontribusinya masing-masing dalam organisasi. Selain itu, pemimpin harus dapat mengembangkan setiap orang dalam organisasi untuk melakukan perbuatan belajar sehingga organisasi pendidikan benar-benar menjadi sebuah learning organization.
15. terbuka terhadap ide-ide dan pandangan baru
16. mengakui kesalahan dan beradaptasi untuk berubah
            Harus berani mengakui kesalahan sebagai wujud dari tanggung jawabnya, belajar dari kesalahan tersebut dan memiliki keingina untuk berubah.
            Pemimpin yang ideal pastilah merupakan pemimpin yang dapat memenuhi harapan orang yang dipimpinnya dan memiliki profil seperti di atas, pemimpin yang berwibawa sangat diperlukan saat ini sehingga orang akan selalu mendengarkan apa yang dia ucapkan dan kemudian menjalankan perintahnya. Pemimpin yang baik bukan seperti pemimpin local, maksudnya adalah hanya memikirkan dan mencanangkan progamnya pada masa jabatannya saja, tapi, pemimpin yang  baik itu adalah pemimpin global yang memikirkan dan merancang progam bukan hanya untuk masa jabatannya saja tapi lebih dari itu, yang memikirkan masa kedepannya juga untuk kemajuan bersama.



Sumber:
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/

materi penelitian lansung

6 Prinsip Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW


Seorang pemimpin dinilai bagaimana dia bersikap dan bertindak dalam kepemimpinannya. Salah satu yang terpenting adalah kemampuan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan dan membuat kebijakan, efektifitas sebuah kebijakan dan bagaimana dampak atas kebijakan tersebut.
Sebuah keputusan lahir dari sebuah proses berpikir. Bermula dari cara pandang seseorang dalam menilai sesuatu yang kemudian berpengaruh terhadap cara berpikirnya. Cara berpikir yang dilandasi cara pandang tadi akan menjadi penentu, tepat atau tidaknya keputusan seorang pemimpin dalam mengambil kebijakan.
Kebijakan seorang pemimpin seringkali berpengaruh terhadap banyak orang dan ruang lingkup serta waktu yang lebih luas. Kesalahan dalam mengambil sebuah keputusan dalam memilih sebuah kebijakan akan berujung pada kegagalan suatu program atau bahkan kehancuran sebuah negara dan bangsa.

Bagaimana cara Nabi Muhammad SAW  berpikir?
Sebagian besar dari kita pernah mendengar tentang kepemimpinan seorang Muhammad saw. Dalam masa 22 tahun beliau sanggup mengangkat derajat bangsa Arab dari bangsa jahiliah yang diliputi kebodohan dan keterbelakangan menjadi bangsa terkemuka dan berhasil memimpin banyak bangsa di dunia. Orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya merasakan kelembutan, kasih sayang dan penghormatan dari seorang pemimpin bernama Muhammad.
Cara berpikir Muhammad saw yang lurus terlahir dari cara pandangnya yang juga lurus terhadap hidup dan kehidupan ini. Cara berpikir yang lurus tadi menghasilkan sebuah keputusan yang tepat sekaligus dapat diterima semua pihak.
Inilah cara berpikir Muhammad saw tersebut :
1. Beliau menomorsatukan fungsi sebagai landasan dalam memilih orang atau sesuatu, bukan penampilan atau faktor-faktor luar lainnya
Keempat sahabat yang dikenal sangat dekat dengan Beliau, yakni Abu Bakar Assidiq, Umar ibnu Khattab, Ustman ibnu Affan dan Ali ibnu Abi Tholib adalah gambaran jelas kemampuan Muhammad saw dalam melihat fungsi. Keempat sahabat tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri dalam era kepemimpinan Muhammad saw, yaitu :
Abu Bakar Assidiq yang bersifat percaya sepenuhnya kepada Muhammad saw, adalah sahabat utama. Ini bermakna kepercayaan dari orang lain adalah modal utama seorang pemimpin.
Umar ibnu Khattab bersifat kuat, berani dan tidak kenal takut dalam menegakkan kebenaran. Ini bermakna kekuasaan akan efektif apabila ditunjang oleh semangat pembelaan terhadap kebenaran dengan penuh keberanian dan ditunjang kekuatan yang memadai.
Ustman ibnu Affan adalah seorang pedagang kaya raya yang rela menafkahkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Muhammad saw. Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah pendanaan. Sebuah kepemimpinan akan lebih lancar apabila ditunjang kondisi ekonomi yang baik dan keuangan yang lancar. Dan juga dibutuhkan pengorbanan yang tulus dari pemimpinnya demi kepentingan orang banyak.
Ali ibnu Abi Thalib adalah seorang pemuda yang berani dan tegas, penuh ide kreatif, rela berkorban dan lebih suka bekerja dari pada bicara. Kepemimpinan akan menjadi semakin kuat karena ada regenerasi. Tidak ada pemimpin yang berkuasa selamanya, dia perlu menyiapkan penerus agar rencana-rencana yang belum terlaksana bisa dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
2. Beliau mengutamakan segi kemanfaatan daripada kesia-siaan
Tidak ada perkataan, perbuatan bahkan diamnya seorang Muhammad yang menjadi sia-sia dan tidak bermakna. Pilihan terhadap kurma, madu, susu kambing dan air putih sebagai makanan yang bermanfaat untuk tubuh adalah salah satu contohnya. Bagaimana sukanya Muhammad terhadap orang yang bekerja keras dan memberikan manfaat terhadap orang banyak dan kebencian beliau terhadap orang yang menyusahkan dan merugikan orang lain adalah contoh yang lain.

3. Beliau mendahulukan yang lebih mendesak daripada yang bisa ditunda
Ketika ada yang bertanya kepadanya, mana yang harus dipilih apakah menyelamatkan seorang anak yang sedang menghadapi bahaya atau meneruskan shalat, maka beliau menyuruh untuk membatalkan shalat dan menyelamatkan anak yang sedang menghadapi bahaya.

4. Beliau lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri
Ketika datang wahyu untuk melakukan hijrah dari kota Makkah ke Madinah, Muhammad Saw baru berangkat ke Madinah setelah semua kaum Muslimin Makkah berangkat terlebih dulu. Padahal saat itu beliau terancam akan dibunuh, namun tetap mengutamakan keselamatan kaumnya yang lebih lemah.
Ketika etnik Yahudi yang berada di dalam kekuasaan kaum Muslimin meminta perlindungan kepadanya dari gangguan orang Islam di Madinah, beliau sampai mengeluarkan pernyataan : Bahwa barang siapa yang mengganggu dan menyakiti orang-orang Yahudi yang meminta perlindungan kepadanya, maka sama dengan menyatakan perang kepada Allah dan Rasulnya. Padahal tindakan demikian bisa menjatuhkan kredibilitas Beliau di mata kelompok-kelompok etnik Arab yang sudah lama memusuhi etnik Yahudi.

5. Beliau memilih jalan yang tersukar untuk dirinya dan termudah untuk umatnya
Apabila ada orang yang lebih memilih mempersulit diri sendiri dari pada mempersulit orang lain, maka dia adalah para Nabi dan Rasul. Begitu pun dengan Muhammad saw. Ketika orang lain disuruh mencari jalan yang termudah dalam beragama, maka Beliau memilih untuk mengurangi tidur, makan dan shalat sampai bengkak kakinya.
Ketika dia menyampaikan perintah Allah Swt kepada umat untuk mengeluarkan zakat hartanya hanya sebesar 2,5 bagian saja dari harta mereka, dia bahkan menyerahkan seluruh hartanya untuk perjuangan dan tidak menyisakan untuknya dan keluarganya, kecuali rumah yang menempel di samping mesjid, satu dua potong pakaian dan beberapa butir kurma atau sepotong roti kering untuk sarapan. Sampai-sampai tidurnya hanya di atas pelepah korma.
Seperti pernah dia bertanya kepada Aisyah ra. Istrinya apakah hari itu ada sepotong roti kering atau sebiji korma untuk dimakan. Ketika istrinya berkata bahwa tidak ada semua itu, maka Muhammad Saw mengambil batu dan mengganjalkannya ke perut untuk menahan lapar.

6. Beliau lebih mendahulukan tujuan akhirat daripada maksud duniawi
Para Nabi dan Rasul adalah orang-orang terpilih sekaligus contoh teladan bagi kita. Muhammad Saw menunjukkan bahwa jalan akhirat itu lebih utama daripada kenikmatan dunia dengan seluruh isinya ini. Karena pandangannya yang selalu melihat akhirat sebagai tujuan, maka tidak ada yang sanggup menggoyahkan keyakinannya untuk menegakkan kebenaran.
“Seandainya kalian letakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, maka aku tidak akan berhenti dalam menyampaikan risalah ini.”  Demikian Muhammad Saw berkata kepada para pemimpin Quraisy yang mencoba menyuap Muhammad Saw dengan harta benda, menjanjikan kedudukan tertinggi di kalangan suku-suku Arab dan juga menyediakan wanita-wanita cantik asalkan Muhammad Saw mau menghentikan dakwahnya di kalangan mereka.


Pemimpin yang abadi cara berpikir dan pengaruhnya akan terus berjalan sampai akhir zaman. Inilah dasar yang telah diletakkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban baru, yang sesuai dengan fitrah manusia. 
Dengan jelas tersimpul dalam cerita yang diambil dari Ali bin Abi Thalib r.a. ketika ia bertanya kepada Rasulullah dan dijawab :