Rabu, 23 April 2014

individu




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Tanaman membutuhkan unsur-unsur hara dengan susunan dan perbandingan tertentu dalam proses pertumbuhannya. Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda.
 Menurut Slamet Soeseno Tanaman Hias yang Sakit, pemupukan tanaman pot ‘wajib hukumnya’, karena tanaman dalam pot lebih cepat kehabisan zat hara dibandingkan yang tumbuh langsung di tanah.
Pemupukan yang benar menurutnya ialah pemberian pupuk yang seimbang unsur-unsurnya. Pupuk diberikan dengan jumlah cukup, sesuai petunjuk atau sesuai dengan gejala kekurangan unsur yang ditunjukkan tanaman.
Gejala kekurangan ini cepat atau lambat akan terlihat pada tanaman, tergantung pada jenis dan sifat tanaman. Ada tanaman yang cepat sekali memperlihatkan tanda-tanda kekurangan atau sebaliknya ada yang lambat. Pada umumnya pertama-tama akan terlihat pada bagian tanaman yang melakukan kegiatan fisiologis terbesar yaitu pada bagian yang ada di atas tanah terutama pada daun-daunnya.

Kekurangan Unsur hara Kalsium (Ca) meyebabkan terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran, selain akar kurang sekali fungsinyapun demikian terhambat, gejala-gejalanya yang timbul tampak pada daun, dimana daun-daun muda selain berkeriput mengalami perubahan warna, pada ujung dan tepi-tepinya klorosis ( berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar diantara ujung tulang-tulang daun,  jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati. Kuncup-kuncup yang telah tumbuh mati. Defisiensi unsur Ca menyebabkan pula pertumbuhan tanaman lemah dan menderita. Hal ini dikarenakan pengaruh terkumpulnya zat-zat lain yang banyak pada sebagian dari jaringan-jaringannya. Keadaan yang tidak seimbang inilah yang menyebabkan lemah dan menderitanya tanaman tersebut atau dapat dikatakan karena distribusi zat-zat yang penting bagi pertumbuhan bagian yang lain terhambat ( tidak lancar).
Kandungan kalsium yang terkandung dalam cangkang telur cukup besar  dan berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman. Hasil analisis kandungan kulit telur di Laboratorium tanah menunjukkan kandungan kalsium terdiri atas kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium, masing-masing sebesar 0,121; 8,977; 0,394; 10,541%. Kalsium (Ca) pada tanaman berperan untuk merangsang pembentukan bulu akar, mengeraskan batang tanaman, dan merangsang pembentukan biji. Kalsium pada daun dan batang berkhasiat menetralkan senyawa atau menyebabkan suasana yang tidak menguntungkan pada tanah (Lingga dan Marsono, 2007).
Cangkang telur termasuk limbah yang tidak mendapat perhatian khusus, dan dibuang begitu saja tanpa proses daur ulang. Oleh karena itu, untuk membantu menjaga lingkungan salah satunya dengan pemanfaatan limbah. Limbah cangkang telur didapat dari penjual nasi goreng, martabak dan warung nasi, serta sering dilihat berserakan di jalan-jalan. Dengan menjadikan limbah yang selintas dirasa tidak bermanfaat menjadi salah satu yang sangat bermanfaat didalam tatanan kehidupan.

Pupuk organik adalah bahan-bahan tertentu yang diberikan pada tanah agar dapat menambah unsur atau zat-zat makanan yang diperlukan tanah melalui perubahan atau pemuaian sisa tumbuh – tumbuhan dan binatang.
Pupuk sangat dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan hasil pertanian, maupun perkebunan. Dalam Industri pertanian pupuk terdapat dua macam, diantaranya pupuk alami dan pupuk buatan. Pupuk alami dapat dibuat dari bahan – bahan organik, seperti sampah, jerami dan kotoran hewan. Sedangkan pupuk buatan dibuat secara sintesis, dan menurut hasil penelitian pupuk buatan lebih baik mutunya jika dibandingkan dengan pupuk alami. (Benjamin, 1960)
Melihat masalah tersebut maka penulis mengajukan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Pemamfaatan Limbah Cangkang Telur sebagai pupuk organik anti Miskin pada Tanaman Hias Rumahan”
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas penulis merumuskan masalah yaitu :
1.      Bagaimana cara memanfaatkan limbah cangkang telur pada tanaman hias rumahan?
2.      Bagaimana cara pengelolahan limbah cangkang telur sebagai pupuk organik anti miskin pada tanaman hias rumahan?
C.    Tujuan Masalah
Adapun tujuan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu ;
1.      Memproduksi pupuk organik dari limbah cangkang telur dengan metode teknologi tepat guna.
2.      Mengetahui manfaat dan kandungan unsur hara dalam produk yang dihasilkan.
D.    Mamfaat Penulisan
1.      Mamfaat Praktis
Bagi Masyarakat: untuk menambah pengetahuan baru dalam membuat pupuk organik dari cangkang telur yang berkualitas.
Bagi pemerintah: sebagai bahan
2.      Mamfaat Teoritis
untuk menambah ilmu dan wawasan bagi penulis dalam menulis Karya Tulis Ilmiah selanjutnya.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.     Pengertian Limbah

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2001) limbah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian barang rusak atau cacat dalam proses produksi.
Limbah atau sampah bisa diartikan sebagai sisa-sisa hasil pengolahan pabrik ataupun manusia yang mengandung zat kimia berupa sampah dan dapat menimbulkan polusi serta menganggu kesehatan. Pada umunya sebagian besar orang mengatakan bahwa limbah adalah sampah yang sama sekali tidak berguna dan harus dibuang, namun jika pembuangan dilakukan secara terus-menerus maka akan menimbulkan penumpukan sampah. Limbah bukanlah suatu hal yang harus dibuang tanpa guna, karena dengan pengolahan dan pemanfaat secara baik limbah akan menjadi barang yang lebih berguna dari sebelumya.

Limbah akan menjadi suatu yang sangat berguna dan memiliki nilai jual tinggi kala limbah diolah secara baik dan benar. Limbah yang tidak diolah akan menyebabkan berbagai polusi baik polusi udara, polusi air, polusi tanah dan juga polusi lain yang akan menjadi sarang penyakit. Pada lingkungan tempat pembuangan sampah bisa dipastikan udara sekitar tidak sehat dengan bau yang tak sedap dari limbah, sumber air sekitar lingkungan akan tercemar dengan resapan limbah dan tanah yang ada di lingkungan ini akan terkontaminasi dengan zat kimia limbah sehingga tanah akan tandus.

Dari pengertian limbah yang ada, limbah digolongkan menjadi dua jenis macam limbah yakni limbah organik dan limbah anorganik. Berikut penjelasannya:

a. Limbah Organik
Limbah organik termasuk pada jenis limbah yang mudah diuraikan zat-zatnya mejadi partikel-partikel yang baik untuk lingkungan. Limbah organik bisa berupa sampah rumah tangga, sampah industri yang tidak menggunakan bahan kimia misalnya sampah sayur-sayuran dan sampah peralatan yang alami ataupun sampah hasil ternak. Limbah organik dari rumah tangga tidak hanya berpaku pada sampah-sampah yang berupa hasil olahan makhluk hidup saja tetapi Limbah apapun asalkan mampu diolah menjadi benda-benda yang lebih bermanfaat dan dapat diuraikan adalah limbah organik.

b. Limbah Anorganik
Limbah anorganik merupakan limbah yang berasal dari limbah pabrik dan perusahaan-perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan. Sumber daya alam yang tidak mampu untuk diuraikan menjadi partikel-partikel berguna inilah yang dikatakan limbah anorganik. Limbah industri anorganik yang tidak dapat diuaraikan ini akan berbahaya bagi kesehatan dan menjadi sampah yang tidak berguna bagi manusia maupun lingkungan sekitar. Limbah rumah tangga yang berupa benda-benda bekas seperti plastik, kaleng bekas, botol-botol bekas dan peralatan lain juga dikatakan menjadi limbah anorganik karena limbah ini tidak mampu diuraikan.
B.     Cangkang Telur

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2001) telur adalah benda bercangkang yg mengandung zat hidup bakal anak yg dihasilkan oleh unggas (ayam, itik, burung, dsb), biasanya dimakan (direbus, diceplok, didadar, dsb ).

Telur yang sudah diolah menjadi bahan makanan, cangkang atau kulit telurnya tentu sudah tidak terpakai lagi. Masyarakat umumnya membuang limbah cangkang kulit tersebut tanpa memanfaatkannya terlebih dahulu. Di Indonesia produksi kulit telur akan terus berlimpah selama telur diproduksi di bidang peternakan serta digunakan di restoran, pabrik roti dan mie sebagai bahan baku pembuatan makanan. Menurut data Direktorat Jenderal Peternakan (2009), produksi telur di Indonesia tahun 2009 sebesar 1.013.543 ton. Kandungan gizi kulit telur yang tak kalah tinggi dari telurnya tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pengendali organisme penyakit tanaman, saat ini belum mendapat perhatian. Padahal kandungan kalsium dalam kulit telur dapat menjadi pupuk organik tanaman.
Kulit telur kering mengandung sekitar 95% kalsium karbonat dengan berat 5,5 gram (Butcher dan Miles, 1990). Sementara itu, Hunton (2005) melaporkan bahwa kulit telur terdiri atas 97% kalsium karbonat. Selain itu, rerata dari kulit telur mengandung 3% fosfor dan 3% terdiri atas magnesium, natrium, kalium, seng, mangan, besi, dan tembaga (Butcher dan Miles, 1990).

Kulit telur merupakan lapisan luar dari telur yang berfungsi melindungi semua bagian telur dari luka atau kerusakan (Anonim, 2003). Kalsium karbonat adalah garam kalsium yang terdapat pada kapur, batu kapur, pualam dan merupakan komponen utama yang terdapat pada kulit telur. Kalsium karbonat berupa serbuk, putih, tidak berbau, tidak berasa, stabil di udara. Praktis tidak larut dalam air, kelarutan dalam air meningkat dengan adanya sedikit garam amonium atau karbon dioksida. Larut dalam asam nitrat dengan membentuk gelembung gas. Salah satu sifat kimia dari kalsium karbonat yaitu dapat menetralisasi asam. Penggunaan kalsium karbonat dalam bidang farmasi adalah sebagai antasida karena kemampuannya dalam menetralisir asam, namun kalsium karbonat dapat menyebabkan konstipasi.

C.     Pupuk Organik

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2001) Pupuk adalah penyubur tanaman yg ditambahkan ke tanah untuk menyediakan senyawaan unsur yg diperlukan oleh tanaman.
Sedangkan, menurut kamus besar bahasa Indonesia (2001) Pupuk organik adalah zat hara tanaman yg berasal dari bahan organik.
Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).
Pada umumnya pupuk organik menggunakan dedaunan, jerami, alang-alang, rumputan, dedak padi, batang jagung atau kotoran hewan seiring pesatnya penggunaan telur dalam industri rumah tangga maka limbah cangkang telurpun bertambah banyak, ternyata cangkang telur yang selama ini hanya  menjadi limbah, juga dapat dimafaatkan untuk pembuatan pupuk organik berkalsium tinggi karena dalam cangkang telur mayoritas mengandung kalsium yang cukup banyak. (Mountey, 1966)

Karakteristik pupuk organik

Seperti juga humus, pupuk organik berperan untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman. Setidaknya ada empat manfaat, yakni sebagai sumber nutrisi, memperbaiki struktur fisik tanah, memperbaiki kimia tanah, meningkatkan daya simpan air dan meningkatkan aktivitas biologi tanah.
a.       Sumber nutrisi tanaman lengkap. Pupuk organik mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman, baik yang sifatnya makro maupun mikro. Unsur makro yang dibutuhkan tanaman antara lain nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Sedangkan unsur mikro adalah besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), klor (CI), boron (B), molybdenum (Mo) dan Almunium (AI). Pupuk organik yang dibuat dengan bahan baku yang lengkap bisa mengandung semua kebutuhan unsur hara tersebut.
  1. Memperbaiki struktur tanah. Pupuk organik merupakan material yang mempunyai sifat unik. Bisa menggemburkan tanah lempung yang solid, namun disisi lain juga bisa merekatkan tanah berpasir yang gembur. Karena sifatnya ini, pupuk organik bisa memperbaiki tanah pasir maupun lempung. Pupuk organik dapat merekatkan butiran-butiran halus pasir sehingga tanah menjadi lebih solid. Sehingga tanah berpasir bisa menyimpan air. Sedangkan pada tanah liat yang didominasi oleh lempung, pupuk organik bisa memberikan pori-pori, sehingga tanah tersebut menjadi gembur.
  2. Meningkatkan kapasitas tukar kation. Dilihat dari sifat kimiawi, pupuk organik mempunyai kemampuan meningkatkan kapasitas tukar kation. Kapasitas tukar kation adalah kemampuan tanah untuk meningkatkan interaksi antar ion-ion yang ada dalam tanah. Tanah yang memiliki kapaitas kation tinggi lebih mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman dibanding tanah dengan kapasitas ion rendah. Kandungan material organik yang tinggi akan meningkatkan kapasitas tukar kation tanah.
  3. Meningkatkan daya simpan air. Struktur kompos sangat menyerap air (higroskopis). Air yang datang disimpan dalam pori-pori dan dikeluarkan saat tanaman membutuhkannya melalui akar. Keberadaan air ini mempertahankan kelembaban tanah sehingga tanaman dapat terhindar dari kekeringan.
  4. Meningkatkan aktivitas biologi tanah. Pupuk kompos mengandung mikroorganisme dekompomoser didalamnya. Mikroorganisme ini akan menambah mikroorganisme yang terdapat dalam tanah. Karena sifatnya yang melembabkan, suhu tanah menjadi ideal bagi tumbuh dan berkembang biota tanah. Aktivitas biota tanah ini yang menghasilkan sejumlah nutrisi penting agar bisa diserap tanaman secara efektif.

D.     Tanaman Kerdil

E.     Tanaman Hias Rumahan
Tanaman hias menurut buku Acquaah, G., 2002. Horticulture –Principles and Practices. Second Edition. Prentice Hall.yang dimaksud dengan tanaman hias adalah tanaman bunga-bungaan atau segala bentuk tanaman yang menghasilkan bunga (organ generatif). Sejalan dengan perkembangan jaman dan kemajuan keberadaban manusia, tanaman hias diartikan sebagai segala jenis tanaman yangg memiliki nilai hias (bunga, batang, tajuk, cabang, daun, akar, aroma ) yang menimbulkan kesan indah (artistik) atau kesan seni. Pada mulanya bunga potong ditujukan untuk kuntum bunga (organ generatif) beserta tangkainya atau sedikit cabang (terlepas dari tanaman induknya) yg dimanfaatkan sebagi bahan hiasan maupun kegunaan yang lebih luas lainnya. Dibutuhkan sedikit keterampilan untuk menghiasi tanaman hias ini supaya cantik dan enak dilihat. Kini bunga potong tidak saja berupa potongan organ generatif akan tetapi berlaku juga bagi potongan daun beserta tangkainya yang memberikan kesan indah.

dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian atau defenisi dari tanaman hias tersebut adalah tanaman bunga bungaan yang sengaja ditanam berdasarkan pengelompokan pengelompokan dari bermacam macam jenis tanaman yang berbentuk unik dan khas dan berfungsi sebagai hiasan untuk mempercantik dan memperindah baik didalam maupun diluar ruangan. demikian postingan tentang pengertian dari tanaman hias, semoga bermanfaat dan jikalau ada terdapat kekeliruan makna diharapkan kerjasamanya terutama bagi guru guru mata pelajaran keterampilan di seluruh Indonesia.

Tanaman Hias menurut Wikipedia Indonesia mencakup semua tumbuhan, baik berbentuk terna, merambat, semak, perdu, ataupun pohon, yang sengaja ditanam orang sebagai komponen taman, kebun rumah, penghias ruangan, upacara, komponen riasan/busana, atau sebagai komponen karangan bunga. Bunga potong pun dapat dimasukkan sebagai tanaman hias. Dalam konteks umum, tanaman hias adalah salah satu dari pengelompokan berdasarkan fungsi dari tanaman hortikultura. Bagian yang dimanfaatkan orang tidak semata bunga, tetapi kesan keindahan yang dimunculkan oleh tanaman ini. Selain bunga (warna dan aroma), daun, buah, batang, bahkan pepagan dapat menjadi komponen yang dimanfaatkan. Sebagai contoh, beberapa ranting tumbuhan yang mengeluarkan aroma segar dapat diletakkan di ruangan untuk mengharumkan ruangan dapat menjadikannya sebagai tanaman hias.
Dalam arsitektur lansekap, bentuk dan penempatan tanaman hias menjadi pertimbangan yang penting. Isu lainnya yang penting dalam tanaman hias adalah habitat alami yang disukai tumbuhan tersebut serta bentuk tajuk yang dimilikinya. Dalam pengertian ini, tanaman hias dapat mencakup pula tanaman tepi jalan serta tanaman penaung (di ruang terbuka).
Karena tanaman hias dikelompokkan berdasarkan fungsinya, tidak menutup kemungkinan bahwa suatu tanaman sayuran, tanaman obat, atau tanaman buah menjadi tanaman hias, atau sebaliknya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanaman hias rumahan artinya dikerjakan di rumah (tangga), dan dikerjakan sendiri oleh “orang rumah”, dengan alat dan bahan yang tersedia di rumah.








BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Jenis Tulisan

Adapun Jenis tulisan dalam Karya Tulis Ilmiah ini adalah Kajian Pustaka  (Library Reseach), di paparkan secara deskriftif mengenai  “Pemamfaatan Limbah Cangkang Telur sebagai pupuk Organik anti Kerdil pada Tanaman Hias Rumahan”


B.     Objek Tulisan

Pemafaatan Limbah cangkang Telur sebagai Pupuk Organik anti Kerdil pada Tanaman Hias Rumahan merupakan objek Tulisan dalam Karya Tulis Ilmiah ini yang dimaksudkan agar Masyarakat dapat Membuat pupuk organik yang berkualitas dari cangkang telur.

C.     Teknik Pengumpulan Data

Data dan informasi dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini adalah diperoleh dari berbagai buku, jurnal, artikel dan referensi web resmi dari internet yang relevan dan sesuai dengan pembahasan penulis.

D.    Teknik Analisis Data

Setelah informasi terkumpul, selanjutnya direduksi kerelevanannya sesuai dengan masalah yang dikaji kemudian diaplikasikan. Penyajian Karya Tulis ini dipaparkan secara deskriptif yaitu secara jelas mengenai Pembuatan Pupuk Organik dari Cangkang Telur.



BAB IV
ANALISIS DAN SINTESIS
A.    Struktur Telur

Telur merupakan bahan pangan dengan struktur fisik yang khas. Telur tersusun dari kulit, kantung udara  dan isi yang terdiri dari putih telur dan kuning telur. Cangkang telur mempunyai tekstur yang kaku dan cukup kuat untuk melindungi isi telur dari pengaruh luar. Selain itu telur juga merupakan bahari pangan hasil ternak unggas yang mempunyai nilai tinggi, karena telur mengandung protein yang cukup tinggi dengan susunan asam-asam amino yang komplit dan seimbang.

Struktur Telur Terdiri dari:
Kerabang
Pertama dan paling utama kita bisa lihat dan raba bagian luar dari telur. Terasa keras. Bagian  tersebut disebut dengan Kerabang atau shell  bahasa ilmiahnya. Kandungan kimia dari cangkang ini menurut referensi yang saya  baca adalah 94% kalium karbonat (CaCO3), 1% magnesium karbonat (MgCO3) , 1% kalsium phosphate (CaPO4) , unsur organik lain 4%. Kerasnya kerabang telur ini berfungsi untuk melindungi dari isi telur dan embrio dari gangguan baik fisik / kimiawi.  Kalau mengenai ketebalan kerabang menurut saya tergantung dengan faktor genetic, pakan, jenis unggas, umur unggas dan  lingkungan (pakan, suhu, penyakit).
Pada kerabang ini, jika mata kita bisa seperti mikroskop, sebenarnya terdapat pori-pori. Pori-pori ini jumlahnya  bervariasi (7000-17.000/butir). Melalui pori-pori ini, udara masuk ke telur guna memasok oksigen bagi embrio yang sedang berkembang serta melepaskan karbondioksida (CO2) dan uap air. Pada telur segar, pori-pori hampir tertutup semua, tetapi dengan bartambah tua telur, jumlah pori yang terbuka semakin meningkat. Warna kerabang telur sebagian besar berwarna putih atau beragam kecoklatan. Namun, ayam-ayam dari Amerika Selatan, Araucana  menghasilkan telur dengan kerabang berwarna hijau atau biru. Pigmen yang dihasilkan di uterus pada saat kerabang  diproduksi bertanggung jawab pada warna. Warna sangat konsisten untuk setiap ayam, merupakan genetic make-up dari individu. Beberapa strain ayam menghasilkan telur dengan warna kerabang cokelat gelap, sedangkan yang lainnya bervariasi keputihan. Pigmen cokelat pada kerabang telur adalah porhpyrin, secara merata disebarkan ke seluruh kerabang. Indeks telur : panjang/lebar X 100%, telur ideal adalah 75%. 
           
Air Cell
Selanjutnya kita masuk kedalam telur,  kalau kita masuk dari bagian tumpul dari kerabang kita akan menemukan Air Cell  (rongga  udara), ketika telur pertama dikeluarkan, tidak ada rongga udaranya. Namun, setelah telur berumur agak lama dan kandungan interior mengalami dehidrasi, diameter dan kedalaman rongga udara bertambah. Diameter rongga udara sekitar 0,7 inci (1,8cm). besar rongga udara merupakan indikator umur telur. 

 Albumen
sebaliknya masuk dari bagian runcing telur kita menemukan albumen (putih telur). Albumin (bahasa Latin: albus, white) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk ke segala jenis protein monomer yang larut dalam air dan larutan garam, dan mengalami koagulasi saat terpapar panas. Substansi yang mengandung albumin, seperti putih telur, disebut albuminoid


Yolk
Yolk atau kuning telur bukan sel reproduktif sejati, tetapi merupakan sumber bahan pakan bagi sel kecil (blastoderm) dan selanjutnya digunakan embrio untuk menunjang pertumbuhannya. Bahan pewarna yolk adalah xanthophyl, suatau pigmen karoten dari pakan yang dimakan ayam.
Yolk tersusun atas lemak (lipida) dan protein yang bergabung membentuk lipoprotein. Begitu umur ayam bertambah, ukuran telur, bobot kering, dan persentase yolk meningkat. Sebaliknya, persentase kerabang, albumen dan albumen padat berkurang.

Chalazae
Pada sebutir telur yang dipecah, terdapat dua pita yang terbelit dan memanjang dari ujung yolk melalui albumen. Itulah yang disebut chalazae. Albumen-chalaziferous diproduksi bila yolk pertama memasuki magnum, tetapi lilitan untuk membentuk dua chalazae terjadi lebih akhir saat telur berputar pada ujung akhir oviduk. Lilitan dengan arah yang berlawanan dari chalazae dimaksudkan untuk memelihara yolk tetap berada di pusat setelah telur keluar.

gambar di bawah ini adalah struktur Telur :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVDJMmUn1B4J9orYgdrVFT6VqqXeh6Rwecz4ZZyVaHMHhY2aXR_0Gck31kKb8AM181taT2mgq1egv6UAJp2bUvUIZj7jCkGGxf78XOTexy2KtNYPm2SJhDSKQ-JLGUsQNTdhdvigPHbQ/s320/Picture1.jpg

Gambar 1.1
Memahami struktur pembangun telur akan membantu saat mengolah telur, Misalnya, cangkang telur. Mutu telur utuh ditentukan berdasarkan kondisi telur (kebersihan, kerentaan, bentuk dan tekstur atau kekerasan), kantung udara (kedalaman, volume dan posisi) serta isi telur (kejernihan atau kebersihan dan kesegaran). Penentuan mutu telur dapat ditentukan secara subjektif dengan menngunakan candling maupun objektif dengan cara mengukur kedalaman kantung udara, indeks putih telur, indeks kuning telur, nilai Z dan unit haugh.
Hasil analisis kandungan kulit telur di Laboratorium tanah menunjukkan kandungan kalsium terdiri atas kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium, masing-masing sebesar 0,121; 8,977; 0,394; 10,541%. Kalsium (Ca) pada tanaman berperan untuk merangsang pembentukan bulu akar, mengeraskan batang tanaman, dan merangsang pembentukan biji. Kalsium pada daun dan batang berkhasiat menetralkan senyawa atau menyebabkan suasana yang tidak menguntungkan pada tanah (Lingga dan Marsono, 2007).
B.     Konsep Pembuatan Pupuk Organik dari Cangkang Telur

Alat & Bahan:
  • Kulit telur
  • Lumpang kayu & penumbuknya
Cara Membuat:
langkah awal tentunya kulit telur dikumpulkan lebih dahulu, simpan pada tempat yang bersih dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. Kulit telur ini tidak disukai tikus jadi tidak akan amburadul sekalipun disimpan pada tempat terbuka.
Kedua, jika ingin dibuat tepung jemur kulit telur seharian hingga kering luar dalam terutama selaput putihnya atau praktisnya kulit telur di open hingga garing
Kemudian, tumbuk kulit telur pada lumpang kayu. Kenapa lumpang kayu karena jika menggunakan lumpang batu akan banyak saripati tepung yang tertinggal dipori-pori lumpang batu tersebut. Jika tidak punya lumpang kayu, gunakan bambu dan alat penumbuknya dibuat dari dahan pohon.
tlr2.JPG




Gambar 1.2

manfaatkan pokrol bambu sebagai lumpang
tlr3.JPG
Gambar 1.3
penuhi lubang bambu dengan kulit telur
tlr4.JPG
Gambar 1.4
tumbuk hingga halus dan lembut
tlr5.JPGtlr6.JPG
Gambar 1.5
Untuk Hasil yang lebih baik, hasil tumbukkan bisa disaring untuk mendapatkan tepung karaban yang halus.
tlr7.JPG
Gambar 1.6
Jika tumbukkan sudah berbentuk tepung maka sudah bisa dipakai sebagai tepung karabang. cara pakainya bisa langsung diaplikasikan berbarengan pengunaan kompos/pupuk lainnya.
tlr8.JPG
Gambar 1.7
langsung diaplikasikan ke tanaman
tlr9.JPG
Gambar 1.8
dicampur pada proses pengomposan

Telur sangat bermanfaat bagi kesehatan karena kaya protein. Seiring banyaknya telur yang dikonsumsi masyarakat, kulit telur yang terbuang juga semakin menumpuk. Padahal kulit telur ini masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan diantaranya :
1.     Membersihkan cangkir
Cangkir yang sering digunakan untuk minum kopi atau teh seringkali meninggalkan noda kecoklatan. Untuk menghilangkannya, taruh kulit telur yang telah dihancurkan ke dalam cangkir, tambahkan air, dan kocok cangkir dengan gerakan ke atas dan ke bawah.
2.    Membersihkan alat rumah tangga
Kulit telur juga bisa digunakan untuk membersihkan kerak pada peralatan rumah tangga. Caranya campurkan pecahan cangkang telur dengan air sabun dan gunakan untuk membersihkan benda-benda seperti termos serta vas. Kulit telur ini juga bisa digunakan untuk membersihkan kerak beracun pada panci dan wajan.
3.    Mengusir binatang pengganggu tanaman
Untuk mencegah siput atau bekicot pemakan tanaman, tempatkan kulit telur di sekitar pekarangan anda. Ujung kulit telur yang tajam bisa mencegah binatang berlendir itu untuk mendekati tanaman bunga anda. Selain itu, pecahan cangkang telur dapat mengusir binatang seperti rusa, kambing dan sejenisnya agar tak mengganggu tanaman hias anda.
4.    Merangsang pertumbuhan tanaman
Jika pekarangan kita ditanami sayur, serpihan kulit telur bisa membantu merangsang pertumbuhan tanaman. Kulit telur mengandung 93% kalsium karbonat, menjadikannya pupuk yang baik untuk tanaman tumbuh dengan sehat. Selain itu, kulit telur bisa dijadikan pupuk kompos. Caranya campurkan kulit telur bersama sampah organik lainnya seperti kulit pisang, sisa bagian tengah apel yang tak termakan, ampas kopi, atau kulit mangga. Pupuk kompos baik untuk menyuburkan tanaman dengan cara aman dan alami.
5.    Mengurangi rasa pahit dalam kopi
Tambahkan kulit telur dalam saringan kopi akan membuat rasa pahit kopi berkurang. Sisa ampas kopi dan cangkang telur juga masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.
6.    Karya seni
Kumpulan cangkang telur jika dicat dan dihias akan membuatnya menarik. Kita bisa memanfaatkannya untuk hiasan rumah sebagai tanda kreativitas kita.

Berikut ini 12 dari fakta tentang Cangkang Telur:
1. Cangkang telur terbuat dari karbonasi kalsium, yang juga menjadi bahan antasida. Cangkang telur ini memiliki berat 9-12% berat telur, dan berisi pori-pori yang memungkinkan oksigen, karbon dioksida, dan uap keluar.
2. Menurut Iowa Egg Council, bahan utama putih telur adalah protein yang disebut albumen, dan juga berisi niacin (vitamin B3), riboflavin (vitamin B2), magnesium, potassium, sodium, dan belerang. Putih telur berisi 57% protein telur.
3. Warna kuning telur ditentukan oleh makanan induk ayam. Semakin banyak pigmen kuning dan orange yang dimakan induk ayam, semakin jelas warnanya.
4. Warna lain dalam telur bervariasi dengan usia dan faktor lainnya. Menurut Egg Safety Center, putih telur yang berawan menunjukkan bahwa telur sangat segar. Putih telur jernih menunjukkan telur mulai menua, putih telur berwarna pink atau warna-warni berati telur rusak, dan telur ini tak boleh dikonsumsi.
5. Darah yang kadang terlihat dalam telur berasal dari pecahnya pembuluh darah kecil di kuning telur. Seperti dikutip dari lifelittlemysteries, hal ini tak berarti telur tak aman untuk dimakan.
6. Saat keluar, telur memiliki suhu sekitar 105 derajat Fahrenheit. Ketika dingin, cairan dalam telur berkontraksi, dan membentuk sel udara di antara dua lapisan ujung telur. Anda bisa melihat sel udara itu saat telur rebus dikupas.
7. Rata-rata induk ayam bisa menghasilkan 250-270 telur per tahun.
8. Telur putih disukai sebagian besar Amerika Serikat (AS), tapi telur cokelat lebih disukai di Inggris. Warna induk ayam mengindikasikan warna telurnya. Menurut American Egg Board, tak ada perbedaan signifikan antara warna telur.
9. Butuh waktu 24-26 jam bagi telur agar terbentuk di dalam induk ayam. Pertama, sel telur berkembang menjadi kuning di dalam ovarium. Pada ovulasi, folikel pecah, dan kuning telur dilepaskan ke dalam tabung yang disebut saluran telur. Pada perjalanannya melalui tabung ke rahim, albumen disimpan di sekitar kuning telur, dan kemudian membentuk membran di sekitar albumen. Cangkang terbentuk dalam rahim. Kemudian telur keluar, dan setelah sekitar 30 menit, proses bertelur bisa dilakukan lagi.
10. Sekitar 75 miliar telur diproduksi di AS tiap tahun, yaitu sekitar 10% total telur dunia. Dari jumlah tersebut, 60% digunakan untuk konsumsi, 9% digunakan industri jasa makanan. Sisanya diproses dan digunakan untuk produk seperti mayones, marshmallow dan campuran kue. China merupakan pemasok telur terbesar, memproduksi sekitar 390 miliar telur tiap tahun, sekitar setengah pasokan dunia.
11. Kalkun juga bertelur, tapi Anda tak akan menemukan telur kalkun di toko. Kalkun butuh ruang untuk bersarang, sehingga mereka memiliki naluri keibuan kuat daripada ayam. Alhasil, mengambil telur mereka sulit dilakukan. Dinosaurus juga bertelur, dan terkadang ayah dinosaurus bertanggung jawab ‘menduduki’ mereka, menurut penelitian edisi Desember 2008 jurnal Science.
12. Bahkan, analisa sarang telur dinosaurus lain membantu memecahkan teka-teki kuno. Peneliti Canada melaporkan bahwa telur ada sebelum ayam, karena dinosaurus membentuk sarang dan bertelur jauh sebelum burung (termasuk ayam) ada yang merupakan hasil evolusi dari dinosaurus, menurut penelitian di jurnal Paleontologi 2008.















BAB V
PENUTUP
A.     Kesimpulan







B.     Rekomendasi