BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Tanaman membutuhkan unsur-unsur hara dengan susunan dan perbandingan
tertentu dalam proses pertumbuhannya. Kekurangan salah
satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak
sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan
banyak pula tanaman yang mati muda.
Menurut Slamet Soeseno Tanaman Hias yang Sakit, pemupukan tanaman pot ‘wajib hukumnya’, karena tanaman dalam pot lebih cepat kehabisan zat hara dibandingkan yang tumbuh langsung di tanah.
Menurut Slamet Soeseno Tanaman Hias yang Sakit, pemupukan tanaman pot ‘wajib hukumnya’, karena tanaman dalam pot lebih cepat kehabisan zat hara dibandingkan yang tumbuh langsung di tanah.
Pemupukan
yang benar menurutnya ialah pemberian pupuk yang seimbang unsur-unsurnya. Pupuk
diberikan dengan jumlah cukup, sesuai petunjuk atau sesuai dengan gejala
kekurangan unsur yang ditunjukkan tanaman.
Gejala
kekurangan ini cepat atau lambat akan terlihat pada tanaman, tergantung pada
jenis dan sifat tanaman. Ada tanaman yang cepat sekali memperlihatkan tanda-tanda
kekurangan atau sebaliknya ada yang lambat. Pada umumnya pertama-tama akan
terlihat pada bagian tanaman yang melakukan kegiatan fisiologis terbesar yaitu
pada bagian yang ada di atas tanah terutama pada daun-daunnya.
Kekurangan Unsur hara Kalsium (Ca)
meyebabkan terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran, selain akar kurang sekali
fungsinyapun demikian terhambat, gejala-gejalanya yang timbul tampak pada daun,
dimana daun-daun muda selain berkeriput mengalami perubahan warna, pada ujung
dan tepi-tepinya klorosis ( berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar
diantara ujung tulang-tulang daun, jaringan-jaringan
daun pada beberapa tempat mati. Kuncup-kuncup yang telah tumbuh mati.
Defisiensi unsur Ca menyebabkan pula pertumbuhan tanaman lemah dan menderita.
Hal ini dikarenakan pengaruh terkumpulnya zat-zat lain yang banyak pada
sebagian dari jaringan-jaringannya. Keadaan yang tidak seimbang inilah yang
menyebabkan lemah dan menderitanya tanaman tersebut atau dapat dikatakan karena
distribusi zat-zat yang penting bagi pertumbuhan bagian yang lain terhambat (
tidak lancar).
Kandungan
kalsium yang terkandung dalam cangkang telur cukup besar dan berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai
pupuk organik bagi tanaman. Hasil analisis kandungan kulit telur di Laboratorium
tanah menunjukkan kandungan kalsium terdiri atas kalium, kalsium, fosfor, dan
magnesium, masing-masing sebesar 0,121; 8,977; 0,394; 10,541%. Kalsium (Ca)
pada tanaman berperan untuk merangsang pembentukan bulu akar, mengeraskan
batang tanaman, dan merangsang pembentukan biji. Kalsium pada daun dan batang
berkhasiat menetralkan senyawa atau menyebabkan suasana yang tidak
menguntungkan pada tanah (Lingga dan Marsono, 2007).
Cangkang
telur termasuk limbah yang tidak mendapat perhatian khusus, dan dibuang begitu
saja tanpa proses daur ulang. Oleh karena itu, untuk membantu menjaga
lingkungan salah satunya dengan pemanfaatan limbah. Limbah cangkang telur
didapat dari penjual nasi goreng, martabak dan warung nasi, serta sering
dilihat berserakan di jalan-jalan. Dengan menjadikan limbah yang selintas
dirasa tidak bermanfaat menjadi salah satu yang sangat bermanfaat didalam
tatanan kehidupan.
Pupuk
organik adalah bahan-bahan tertentu yang diberikan pada tanah agar dapat
menambah unsur atau zat-zat makanan yang diperlukan tanah melalui perubahan
atau pemuaian sisa tumbuh – tumbuhan dan binatang.
Pupuk sangat dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan hasil pertanian, maupun perkebunan. Dalam Industri pertanian pupuk terdapat dua macam, diantaranya pupuk alami dan pupuk buatan. Pupuk alami dapat dibuat dari bahan – bahan organik, seperti sampah, jerami dan kotoran hewan. Sedangkan pupuk buatan dibuat secara sintesis, dan menurut hasil penelitian pupuk buatan lebih baik mutunya jika dibandingkan dengan pupuk alami. (Benjamin, 1960)
Pupuk sangat dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan hasil pertanian, maupun perkebunan. Dalam Industri pertanian pupuk terdapat dua macam, diantaranya pupuk alami dan pupuk buatan. Pupuk alami dapat dibuat dari bahan – bahan organik, seperti sampah, jerami dan kotoran hewan. Sedangkan pupuk buatan dibuat secara sintesis, dan menurut hasil penelitian pupuk buatan lebih baik mutunya jika dibandingkan dengan pupuk alami. (Benjamin, 1960)
Melihat
masalah tersebut maka penulis mengajukan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Pemamfaatan Limbah Cangkang Telur sebagai pupuk
organik anti Miskin pada Tanaman Hias Rumahan”
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas penulis merumuskan
masalah yaitu :
1.
Bagaimana cara
memanfaatkan limbah cangkang telur pada tanaman hias rumahan?
2.
Bagaimana cara
pengelolahan limbah cangkang telur sebagai pupuk organik anti miskin pada
tanaman hias rumahan?
C.
Tujuan
Masalah
Adapun tujuan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini
yaitu ;
1.
Memproduksi pupuk
organik dari limbah cangkang telur dengan metode teknologi tepat guna.
2.
Mengetahui manfaat dan
kandungan unsur hara dalam produk yang dihasilkan.
D.
Mamfaat
Penulisan
1. Mamfaat
Praktis
Bagi Masyarakat: untuk
menambah pengetahuan baru dalam membuat pupuk organik dari cangkang telur yang
berkualitas.
Bagi pemerintah: sebagai bahan
2. Mamfaat
Teoritis
untuk menambah ilmu dan
wawasan bagi penulis dalam menulis Karya Tulis Ilmiah selanjutnya.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
A.
Pengertian
Limbah
Menurut
kamus besar bahasa Indonesia (2001) limbah adalah bahan yang tidak mempunyai
nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau
pemakaian barang rusak atau cacat dalam proses produksi.
Limbah atau
sampah bisa diartikan sebagai sisa-sisa hasil pengolahan pabrik ataupun manusia
yang mengandung zat kimia berupa sampah dan dapat menimbulkan polusi serta
menganggu kesehatan. Pada umunya sebagian besar orang mengatakan bahwa limbah
adalah sampah yang sama sekali tidak berguna dan harus dibuang, namun jika
pembuangan dilakukan secara terus-menerus maka akan menimbulkan penumpukan
sampah. Limbah bukanlah suatu hal yang harus dibuang tanpa guna, karena dengan
pengolahan dan pemanfaat secara baik limbah akan menjadi barang yang lebih berguna
dari sebelumya.
Limbah akan menjadi suatu yang sangat berguna dan memiliki nilai jual tinggi kala limbah diolah secara baik dan benar. Limbah yang tidak diolah akan menyebabkan berbagai polusi baik polusi udara, polusi air, polusi tanah dan juga polusi lain yang akan menjadi sarang penyakit. Pada lingkungan tempat pembuangan sampah bisa dipastikan udara sekitar tidak sehat dengan bau yang tak sedap dari limbah, sumber air sekitar lingkungan akan tercemar dengan resapan limbah dan tanah yang ada di lingkungan ini akan terkontaminasi dengan zat kimia limbah sehingga tanah akan tandus.
Dari pengertian limbah yang ada, limbah digolongkan menjadi dua jenis macam limbah yakni limbah organik dan limbah anorganik. Berikut penjelasannya:
a. Limbah Organik
Limbah organik termasuk pada jenis limbah yang mudah diuraikan zat-zatnya mejadi partikel-partikel yang baik untuk lingkungan. Limbah organik bisa berupa sampah rumah tangga, sampah industri yang tidak menggunakan bahan kimia misalnya sampah sayur-sayuran dan sampah peralatan yang alami ataupun sampah hasil ternak. Limbah organik dari rumah tangga tidak hanya berpaku pada sampah-sampah yang berupa hasil olahan makhluk hidup saja tetapi Limbah apapun asalkan mampu diolah menjadi benda-benda yang lebih bermanfaat dan dapat diuraikan adalah limbah organik.
b. Limbah Anorganik
Limbah anorganik merupakan limbah yang berasal dari limbah pabrik dan perusahaan-perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan. Sumber daya alam yang tidak mampu untuk diuraikan menjadi partikel-partikel berguna inilah yang dikatakan limbah anorganik. Limbah industri anorganik yang tidak dapat diuaraikan ini akan berbahaya bagi kesehatan dan menjadi sampah yang tidak berguna bagi manusia maupun lingkungan sekitar. Limbah rumah tangga yang berupa benda-benda bekas seperti plastik, kaleng bekas, botol-botol bekas dan peralatan lain juga dikatakan menjadi limbah anorganik karena limbah ini tidak mampu diuraikan.
B.
Cangkang
Telur
Menurut
kamus besar bahasa Indonesia (2001) telur adalah benda bercangkang yg
mengandung zat hidup bakal anak yg dihasilkan oleh unggas (ayam, itik, burung,
dsb), biasanya dimakan (direbus, diceplok, didadar, dsb ).
Telur yang sudah diolah menjadi bahan
makanan, cangkang atau kulit telurnya tentu sudah tidak terpakai lagi.
Masyarakat umumnya membuang limbah cangkang kulit tersebut tanpa
memanfaatkannya terlebih dahulu. Di Indonesia produksi kulit telur akan terus
berlimpah selama telur diproduksi di bidang peternakan serta digunakan di
restoran, pabrik roti dan mie sebagai bahan baku pembuatan makanan. Menurut
data Direktorat Jenderal Peternakan (2009), produksi telur di Indonesia tahun
2009 sebesar 1.013.543 ton. Kandungan gizi kulit telur yang tak kalah tinggi
dari telurnya tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pengendali organisme penyakit
tanaman, saat ini belum mendapat perhatian. Padahal kandungan kalsium dalam
kulit telur dapat menjadi pupuk organik tanaman.
Kulit
telur kering mengandung sekitar 95% kalsium karbonat dengan berat 5,5 gram
(Butcher dan Miles, 1990). Sementara itu, Hunton (2005) melaporkan bahwa kulit
telur terdiri atas 97% kalsium karbonat. Selain itu, rerata dari kulit telur
mengandung 3% fosfor dan 3% terdiri atas magnesium, natrium, kalium, seng,
mangan, besi, dan tembaga (Butcher dan Miles, 1990).
Kulit telur merupakan lapisan luar
dari telur yang berfungsi melindungi semua bagian telur dari luka atau
kerusakan (Anonim, 2003). Kalsium karbonat adalah garam kalsium yang terdapat
pada kapur, batu kapur, pualam dan merupakan komponen utama yang terdapat pada
kulit telur. Kalsium karbonat berupa serbuk, putih, tidak berbau, tidak berasa,
stabil di udara. Praktis tidak larut dalam air, kelarutan dalam air meningkat
dengan adanya sedikit garam amonium atau karbon dioksida. Larut dalam asam
nitrat dengan membentuk gelembung gas. Salah satu sifat kimia dari kalsium
karbonat yaitu dapat menetralisasi asam. Penggunaan kalsium karbonat dalam
bidang farmasi adalah sebagai antasida karena kemampuannya dalam menetralisir
asam, namun kalsium karbonat dapat menyebabkan konstipasi.
C.
Pupuk Organik
Menurut
kamus besar bahasa Indonesia (2001) Pupuk adalah penyubur tanaman yg
ditambahkan ke tanah untuk menyediakan senyawaan unsur yg diperlukan oleh
tanaman.
Sedangkan,
menurut kamus besar bahasa Indonesia (2001) Pupuk organik adalah zat hara
tanaman yg berasal dari bahan organik.
Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi
makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk
organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat
fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik
daripada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau,
pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan
sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian,
dan limbah kota (sampah).
Pada
umumnya pupuk organik menggunakan dedaunan, jerami, alang-alang, rumputan,
dedak padi, batang jagung atau kotoran hewan seiring pesatnya penggunaan telur
dalam industri rumah tangga maka limbah cangkang telurpun bertambah banyak,
ternyata cangkang telur yang selama ini hanya menjadi limbah, juga dapat
dimafaatkan untuk pembuatan pupuk organik berkalsium tinggi karena dalam
cangkang telur mayoritas mengandung kalsium yang cukup banyak. (Mountey, 1966)
Karakteristik pupuk organik
Seperti juga humus, pupuk organik berperan untuk menyediakan nutrisi
bagi tanaman. Setidaknya ada empat manfaat, yakni sebagai sumber nutrisi,
memperbaiki struktur fisik tanah, memperbaiki kimia tanah, meningkatkan daya
simpan air dan meningkatkan aktivitas biologi tanah.
a.
Sumber nutrisi tanaman lengkap. Pupuk
organik mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman, baik yang
sifatnya makro maupun mikro. Unsur makro yang dibutuhkan tanaman antara lain
nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca) dan magnesium
(Mg). Sedangkan unsur mikro adalah besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), klor
(CI), boron (B), molybdenum (Mo) dan Almunium (AI). Pupuk organik yang dibuat
dengan bahan baku yang lengkap bisa mengandung semua kebutuhan unsur hara
tersebut.
- Memperbaiki struktur tanah. Pupuk organik merupakan material yang mempunyai sifat unik. Bisa menggemburkan tanah lempung yang solid, namun disisi lain juga bisa merekatkan tanah berpasir yang gembur. Karena sifatnya ini, pupuk organik bisa memperbaiki tanah pasir maupun lempung. Pupuk organik dapat merekatkan butiran-butiran halus pasir sehingga tanah menjadi lebih solid. Sehingga tanah berpasir bisa menyimpan air. Sedangkan pada tanah liat yang didominasi oleh lempung, pupuk organik bisa memberikan pori-pori, sehingga tanah tersebut menjadi gembur.
- Meningkatkan kapasitas tukar kation. Dilihat dari sifat kimiawi, pupuk organik mempunyai kemampuan meningkatkan kapasitas tukar kation. Kapasitas tukar kation adalah kemampuan tanah untuk meningkatkan interaksi antar ion-ion yang ada dalam tanah. Tanah yang memiliki kapaitas kation tinggi lebih mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman dibanding tanah dengan kapasitas ion rendah. Kandungan material organik yang tinggi akan meningkatkan kapasitas tukar kation tanah.
- Meningkatkan daya simpan air. Struktur kompos sangat menyerap air (higroskopis). Air yang datang disimpan dalam pori-pori dan dikeluarkan saat tanaman membutuhkannya melalui akar. Keberadaan air ini mempertahankan kelembaban tanah sehingga tanaman dapat terhindar dari kekeringan.
- Meningkatkan aktivitas biologi tanah. Pupuk kompos mengandung mikroorganisme dekompomoser didalamnya. Mikroorganisme ini akan menambah mikroorganisme yang terdapat dalam tanah. Karena sifatnya yang melembabkan, suhu tanah menjadi ideal bagi tumbuh dan berkembang biota tanah. Aktivitas biota tanah ini yang menghasilkan sejumlah nutrisi penting agar bisa diserap tanaman secara efektif.
D. Tanaman Kerdil
E. Tanaman
Hias Rumahan
Tanaman hias menurut buku Acquaah, G., 2002. Horticulture
–Principles and Practices. Second Edition. Prentice Hall.yang dimaksud dengan
tanaman hias adalah tanaman bunga-bungaan atau segala bentuk tanaman yang
menghasilkan bunga (organ generatif). Sejalan dengan perkembangan jaman dan
kemajuan keberadaban manusia, tanaman hias diartikan sebagai segala jenis
tanaman yangg memiliki nilai hias (bunga, batang, tajuk, cabang, daun, akar,
aroma ) yang menimbulkan kesan indah (artistik) atau kesan seni. Pada mulanya
bunga potong ditujukan untuk kuntum bunga (organ generatif) beserta tangkainya
atau sedikit cabang (terlepas dari tanaman induknya) yg dimanfaatkan sebagi
bahan hiasan maupun kegunaan yang lebih luas lainnya. Dibutuhkan sedikit keterampilan untuk
menghiasi tanaman hias ini supaya cantik dan enak dilihat. Kini bunga potong
tidak saja berupa potongan organ generatif akan tetapi berlaku juga bagi
potongan daun beserta tangkainya yang memberikan kesan indah.
dapat
diambil kesimpulan bahwa pengertian
atau defenisi dari tanaman hias tersebut adalah tanaman bunga bungaan yang sengaja ditanam berdasarkan
pengelompokan pengelompokan dari bermacam macam jenis tanaman yang berbentuk
unik dan khas dan berfungsi sebagai hiasan untuk mempercantik dan memperindah
baik didalam maupun diluar ruangan. demikian postingan tentang
pengertian dari tanaman hias, semoga bermanfaat dan jikalau ada terdapat
kekeliruan makna diharapkan kerjasamanya terutama bagi guru guru mata pelajaran
keterampilan di seluruh Indonesia.
Tanaman
Hias menurut Wikipedia Indonesia mencakup semua tumbuhan,
baik berbentuk terna, merambat, semak,
perdu, ataupun pohon, yang sengaja ditanam orang sebagai komponen taman, kebun
rumah, penghias ruangan, upacara, komponen riasan/busana,
atau sebagai komponen karangan bunga. Bunga potong pun dapat dimasukkan sebagai tanaman hias. Dalam
konteks umum, tanaman hias adalah salah satu dari pengelompokan berdasarkan
fungsi dari tanaman hortikultura. Bagian yang dimanfaatkan orang tidak semata
bunga, tetapi kesan keindahan yang dimunculkan oleh tanaman ini. Selain bunga
(warna dan aroma), daun, buah, batang, bahkan pepagan dapat menjadi komponen
yang dimanfaatkan. Sebagai contoh, beberapa ranting tumbuhan yang mengeluarkan aroma segar dapat diletakkan di ruangan untuk
mengharumkan ruangan dapat menjadikannya sebagai tanaman hias.
Dalam arsitektur lansekap, bentuk dan penempatan tanaman hias
menjadi pertimbangan yang penting. Isu lainnya yang penting dalam tanaman hias
adalah habitat alami yang disukai tumbuhan tersebut serta bentuk tajuk yang
dimilikinya. Dalam pengertian ini, tanaman hias dapat mencakup pula tanaman
tepi jalan serta tanaman penaung (di ruang terbuka).
Karena tanaman hias dikelompokkan berdasarkan fungsinya, tidak menutup
kemungkinan bahwa suatu tanaman sayuran, tanaman obat, atau tanaman buah
menjadi tanaman hias, atau sebaliknya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanaman hias rumahan artinya
dikerjakan di rumah (tangga), dan dikerjakan sendiri oleh “orang rumah”, dengan
alat dan bahan yang tersedia di rumah.
BAB III
METODE
PENELITIAN
A. Jenis
Tulisan
Adapun
Jenis tulisan dalam Karya Tulis Ilmiah ini adalah Kajian Pustaka (Library
Reseach), di paparkan secara deskriftif mengenai “Pemamfaatan Limbah
Cangkang Telur sebagai pupuk Organik anti Kerdil pada Tanaman Hias Rumahan”
B.
Objek Tulisan
Pemafaatan
Limbah cangkang Telur sebagai Pupuk Organik anti Kerdil pada Tanaman Hias
Rumahan merupakan objek Tulisan dalam Karya Tulis Ilmiah ini yang dimaksudkan
agar Masyarakat dapat Membuat pupuk organik yang berkualitas dari cangkang
telur.
C.
Teknik Pengumpulan Data
Data dan informasi dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini adalah diperoleh dari berbagai
buku, jurnal, artikel
dan referensi web resmi dari
internet yang relevan dan
sesuai dengan pembahasan penulis.
D.
Teknik Analisis Data
Setelah informasi terkumpul, selanjutnya
direduksi kerelevanannya sesuai dengan masalah yang dikaji kemudian
diaplikasikan. Penyajian Karya Tulis ini dipaparkan secara deskriptif yaitu secara jelas mengenai Pembuatan Pupuk Organik dari Cangkang Telur.
BAB IV
ANALISIS
DAN SINTESIS
A.
Struktur
Telur
Telur merupakan bahan pangan dengan struktur fisik
yang khas. Telur tersusun dari kulit, kantung udara dan isi yang terdiri
dari putih telur dan kuning telur. Cangkang telur mempunyai tekstur yang kaku dan cukup kuat
untuk melindungi isi telur dari pengaruh luar. Selain
itu telur juga merupakan bahari pangan hasil ternak unggas yang mempunyai nilai
tinggi, karena telur mengandung protein yang cukup tinggi dengan susunan
asam-asam amino yang komplit dan seimbang.
Struktur
Telur Terdiri dari:
Kerabang
Pertama dan
paling utama kita bisa lihat dan raba bagian luar dari telur. Terasa keras.
Bagian tersebut disebut dengan Kerabang
atau shell bahasa ilmiahnya. Kandungan kimia dari cangkang ini
menurut referensi yang saya baca adalah 94% kalium karbonat (CaCO3), 1% magnesium
karbonat (MgCO3) , 1% kalsium phosphate (CaPO4) , unsur organik lain 4%. Kerasnya kerabang telur ini berfungsi untuk melindungi dari isi
telur dan embrio dari gangguan baik fisik / kimiawi. Kalau mengenai
ketebalan kerabang menurut saya tergantung dengan faktor genetic, pakan, jenis
unggas, umur unggas dan lingkungan (pakan, suhu, penyakit).
Pada kerabang ini, jika mata kita bisa seperti mikroskop, sebenarnya
terdapat pori-pori. Pori-pori ini jumlahnya bervariasi
(7000-17.000/butir). Melalui pori-pori ini, udara masuk ke telur guna memasok
oksigen bagi embrio yang sedang berkembang serta melepaskan karbondioksida
(CO2) dan uap air. Pada telur segar, pori-pori hampir tertutup semua, tetapi
dengan bartambah tua telur, jumlah pori yang terbuka semakin meningkat. Warna kerabang telur sebagian besar berwarna putih atau beragam kecoklatan.
Namun, ayam-ayam dari Amerika Selatan, Araucana
menghasilkan telur dengan kerabang berwarna hijau atau biru. Pigmen yang
dihasilkan di uterus pada saat kerabang diproduksi bertanggung jawab pada
warna. Warna sangat konsisten untuk setiap ayam, merupakan genetic make-up dari individu. Beberapa strain ayam menghasilkan telur dengan warna kerabang
cokelat gelap, sedangkan yang lainnya bervariasi keputihan. Pigmen cokelat pada
kerabang telur adalah porhpyrin, secara merata disebarkan ke seluruh
kerabang. Indeks telur : panjang/lebar X 100%, telur ideal adalah
75%.
Air Cell
Selanjutnya kita masuk kedalam telur, kalau kita masuk dari bagian
tumpul dari kerabang kita akan menemukan Air Cell (rongga
udara), ketika telur pertama dikeluarkan, tidak ada rongga udaranya. Namun, setelah
telur berumur agak lama dan kandungan interior mengalami dehidrasi, diameter
dan kedalaman rongga udara bertambah. Diameter rongga udara sekitar 0,7 inci
(1,8cm). besar rongga udara merupakan indikator umur telur.
Albumen
sebaliknya masuk dari bagian runcing telur kita menemukan albumen
(putih telur). Albumin (bahasa Latin: albus, white) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk
ke segala jenis protein monomer yang larut dalam air dan larutan garam, dan
mengalami koagulasi saat terpapar panas. Substansi yang mengandung albumin,
seperti putih telur, disebut albuminoid
Yolk
Yolk atau kuning
telur bukan sel reproduktif sejati, tetapi merupakan sumber bahan pakan bagi
sel kecil (blastoderm) dan selanjutnya digunakan embrio untuk menunjang
pertumbuhannya. Bahan pewarna yolk adalah xanthophyl, suatau
pigmen karoten dari pakan yang dimakan ayam.
Yolk tersusun
atas lemak (lipida) dan protein yang bergabung membentuk lipoprotein.
Begitu umur ayam bertambah, ukuran telur, bobot kering, dan persentase yolk
meningkat. Sebaliknya, persentase kerabang, albumen dan albumen padat
berkurang.
Chalazae
Pada sebutir
telur yang dipecah, terdapat dua pita yang terbelit dan memanjang dari ujung yolk
melalui albumen. Itulah yang disebut chalazae. Albumen-chalaziferous
diproduksi bila yolk pertama memasuki magnum, tetapi lilitan untuk membentuk
dua chalazae terjadi lebih akhir saat telur berputar pada ujung akhir
oviduk. Lilitan dengan arah yang berlawanan dari chalazae dimaksudkan untuk
memelihara yolk tetap berada di pusat setelah telur keluar.
gambar di bawah ini adalah struktur
Telur :
Gambar 1.1
Memahami
struktur pembangun telur akan membantu saat mengolah telur, Misalnya, cangkang telur.
Mutu telur utuh ditentukan berdasarkan kondisi telur
(kebersihan, kerentaan, bentuk dan tekstur atau
kekerasan), kantung udara (kedalaman, volume dan posisi) serta isi telur (kejernihan
atau kebersihan dan kesegaran). Penentuan mutu telur dapat ditentukan secara subjektif dengan
menngunakan candling maupun objektif dengan cara mengukur kedalaman kantung
udara, indeks putih telur, indeks kuning telur, nilai Z dan unit haugh.
Hasil
analisis kandungan kulit telur di Laboratorium tanah menunjukkan kandungan
kalsium terdiri atas kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium, masing-masing
sebesar 0,121; 8,977; 0,394; 10,541%. Kalsium (Ca) pada tanaman berperan untuk
merangsang pembentukan bulu akar, mengeraskan batang tanaman, dan merangsang
pembentukan biji. Kalsium pada daun dan batang berkhasiat menetralkan senyawa
atau menyebabkan suasana yang tidak menguntungkan pada tanah (Lingga dan
Marsono, 2007).
B.
Konsep Pembuatan Pupuk
Organik dari Cangkang Telur
Alat & Bahan:
- Kulit telur
- Lumpang kayu & penumbuknya
Cara Membuat:
langkah
awal tentunya kulit telur dikumpulkan lebih dahulu, simpan pada tempat yang
bersih dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. Kulit telur ini tidak disukai
tikus jadi tidak akan amburadul sekalipun disimpan pada tempat terbuka.
Kedua, jika ingin dibuat
tepung jemur kulit telur seharian hingga kering luar dalam terutama selaput
putihnya atau praktisnya kulit telur di open hingga garing
Kemudian, tumbuk kulit
telur pada lumpang kayu. Kenapa lumpang kayu karena jika menggunakan lumpang
batu akan banyak saripati tepung yang tertinggal dipori-pori lumpang batu
tersebut. Jika tidak punya lumpang kayu, gunakan bambu dan alat penumbuknya
dibuat dari dahan pohon.

Gambar 1.2
manfaatkan pokrol bambu sebagai lumpang

Gambar 1.3
penuhi lubang bambu dengan kulit telur

Gambar 1.4
tumbuk hingga halus dan lembut


Gambar
1.5
Untuk Hasil yang lebih baik, hasil tumbukkan bisa disaring untuk
mendapatkan tepung karaban yang halus.

Gambar
1.6
Jika tumbukkan sudah berbentuk tepung maka sudah bisa dipakai sebagai
tepung karabang. cara pakainya bisa langsung diaplikasikan berbarengan
pengunaan kompos/pupuk lainnya.

Gambar 1.7
langsung diaplikasikan ke tanaman

Gambar 1.8
dicampur pada proses pengomposan
Telur
sangat bermanfaat bagi kesehatan karena kaya protein. Seiring banyaknya telur
yang dikonsumsi masyarakat, kulit telur yang terbuang juga semakin menumpuk.
Padahal kulit telur ini masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan
diantaranya :
1. Membersihkan
cangkir
Cangkir
yang sering digunakan untuk minum kopi atau teh seringkali meninggalkan noda
kecoklatan. Untuk menghilangkannya, taruh kulit telur yang telah dihancurkan ke
dalam cangkir, tambahkan air, dan kocok cangkir dengan gerakan ke atas dan ke
bawah.
2. Membersihkan
alat rumah tangga
Kulit
telur juga bisa digunakan untuk membersihkan kerak pada peralatan rumah tangga.
Caranya campurkan pecahan cangkang telur dengan air sabun dan gunakan untuk
membersihkan benda-benda seperti termos serta vas. Kulit telur ini juga bisa
digunakan untuk membersihkan kerak beracun pada panci dan wajan.
3. Mengusir binatang pengganggu tanaman
Untuk mencegah siput atau bekicot pemakan tanaman, tempatkan
kulit telur di sekitar pekarangan anda. Ujung kulit telur yang tajam bisa
mencegah binatang berlendir itu untuk mendekati tanaman bunga anda. Selain itu,
pecahan cangkang telur dapat mengusir binatang seperti rusa, kambing dan
sejenisnya agar tak mengganggu tanaman hias anda.
4. Merangsang pertumbuhan tanaman
Jika pekarangan kita ditanami sayur, serpihan kulit telur bisa
membantu merangsang pertumbuhan tanaman. Kulit telur mengandung 93% kalsium
karbonat, menjadikannya pupuk yang baik untuk tanaman tumbuh dengan sehat.
Selain itu, kulit telur bisa dijadikan pupuk kompos. Caranya campurkan kulit
telur bersama sampah organik lainnya seperti kulit pisang, sisa bagian tengah
apel yang tak termakan, ampas kopi, atau kulit mangga. Pupuk kompos baik untuk
menyuburkan tanaman dengan cara aman dan alami.
5. Mengurangi
rasa pahit dalam kopi
Tambahkan
kulit telur dalam saringan kopi akan membuat rasa pahit kopi berkurang. Sisa
ampas kopi dan cangkang telur juga masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk
kompos.
6. Karya
seni
Kumpulan
cangkang telur jika dicat dan dihias akan membuatnya menarik. Kita bisa
memanfaatkannya untuk hiasan rumah sebagai tanda kreativitas kita.
Berikut ini 12 dari fakta tentang Cangkang Telur:
1. Cangkang telur terbuat dari karbonasi kalsium, yang juga
menjadi bahan antasida. Cangkang telur ini memiliki berat 9-12% berat telur,
dan berisi pori-pori yang memungkinkan oksigen, karbon dioksida, dan uap
keluar.
2. Menurut Iowa Egg Council, bahan utama putih telur adalah
protein yang disebut albumen, dan juga berisi niacin (vitamin B3), riboflavin
(vitamin B2), magnesium, potassium, sodium, dan belerang. Putih telur berisi
57% protein telur.
3. Warna kuning telur ditentukan oleh makanan induk ayam.
Semakin banyak pigmen kuning dan orange yang dimakan induk ayam, semakin jelas
warnanya.
4. Warna lain dalam telur bervariasi dengan usia dan faktor
lainnya. Menurut Egg Safety Center, putih telur yang berawan menunjukkan bahwa
telur sangat segar. Putih telur jernih menunjukkan telur mulai menua, putih
telur berwarna pink atau warna-warni berati telur rusak, dan telur ini tak
boleh dikonsumsi.
5. Darah yang kadang terlihat dalam telur berasal dari
pecahnya pembuluh darah kecil di kuning telur. Seperti dikutip dari
lifelittlemysteries, hal ini tak berarti telur tak aman untuk dimakan.
6. Saat keluar, telur memiliki suhu sekitar 105 derajat
Fahrenheit. Ketika dingin, cairan dalam telur berkontraksi, dan membentuk sel
udara di antara dua lapisan ujung telur. Anda bisa melihat sel udara itu saat
telur rebus dikupas.
7. Rata-rata induk ayam bisa menghasilkan 250-270 telur per
tahun.
8. Telur putih disukai sebagian besar Amerika Serikat (AS),
tapi telur cokelat lebih disukai di Inggris. Warna induk ayam mengindikasikan
warna telurnya. Menurut American Egg Board, tak ada perbedaan signifikan antara
warna telur.
9. Butuh waktu 24-26 jam bagi telur agar terbentuk di dalam
induk ayam. Pertama, sel telur berkembang menjadi kuning di dalam ovarium. Pada
ovulasi, folikel pecah, dan kuning telur dilepaskan ke dalam tabung yang
disebut saluran telur. Pada perjalanannya melalui tabung ke rahim, albumen
disimpan di sekitar kuning telur, dan kemudian membentuk membran di sekitar
albumen. Cangkang terbentuk dalam rahim. Kemudian telur keluar, dan setelah
sekitar 30 menit, proses bertelur bisa dilakukan lagi.
10. Sekitar 75 miliar telur diproduksi di AS tiap tahun,
yaitu sekitar 10% total telur dunia. Dari jumlah tersebut, 60% digunakan untuk
konsumsi, 9% digunakan industri jasa makanan. Sisanya diproses dan digunakan
untuk produk seperti mayones, marshmallow dan campuran kue. China merupakan
pemasok telur terbesar, memproduksi sekitar 390 miliar telur tiap tahun,
sekitar setengah pasokan dunia.
11. Kalkun juga bertelur, tapi Anda tak akan menemukan telur
kalkun di toko. Kalkun butuh ruang untuk bersarang, sehingga mereka memiliki
naluri keibuan kuat daripada ayam. Alhasil, mengambil telur mereka sulit
dilakukan. Dinosaurus juga bertelur, dan terkadang ayah dinosaurus bertanggung
jawab ‘menduduki’ mereka, menurut penelitian edisi Desember 2008 jurnal
Science.
12. Bahkan, analisa sarang telur dinosaurus lain membantu
memecahkan teka-teki kuno. Peneliti Canada melaporkan bahwa telur ada sebelum
ayam, karena dinosaurus membentuk sarang dan bertelur jauh sebelum burung
(termasuk ayam) ada yang merupakan hasil evolusi dari dinosaurus, menurut
penelitian di jurnal Paleontologi 2008.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Rekomendasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar